PAGAR ALAM — Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam memperkuat pembinaan terhadap pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP). Upaya tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis Penyuluhan Keamanan Pangan 2025 yang digelar pada 12 November 2025.
Kegiatan diselenggarakan melalui Seksi Kefarmasian, Alat Kesehatan, dan PKRT Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam. Bimtek diikuti pelaku IRTP dari berbagai wilayah di Kota Pagar Alam.
Laporan Tahunan Loka POM di Kota Lubuklinggau mencatat kegiatan tersebut diikuti 50 peserta. Loka POM hadir sebagai narasumber dalam kegiatan yang didukung melalui DAK BPOM tersebut.
Dinkes Pagar Alam Dorong Keamanan Pangan
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam, Desi Elviani, membuka kegiatan tersebut. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya peningkatan mutu dan keamanan pangan sebagai tanggung jawab bersama.
Menurut Dinkes Pagar Alam, keamanan pangan bukan sekadar persoalan izin edar. Aspek tersebut juga berkaitan langsung dengan tanggung jawab terhadap kesehatan masyarakat.
Karena itu, pelaku usaha didorong menerapkan standar produksi yang baik.
Penerapan standar tersebut diharapkan membuat produk pangan lokal semakin aman. Selain itu, kualitas yang terjaga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen.
Pelaku IRTP dari Berbagai Jenis Usaha Ikuti Bimtek
Peserta berasal dari beragam usaha pangan rumah tangga di Kota Pagar Alam.
Produk yang mereka hasilkan antara lain kopi, teh, keripik, roti, abon, kerupuk, serta berbagai jenis kue kering. Produk-produk tersebut menjadi bagian dari potensi industri pangan lokal daerah.
Melalui bimtek, pelaku usaha mendapatkan tambahan pengetahuan untuk meningkatkan proses produksi.
Edukasi keamanan pangan menjadi penting karena risiko dapat muncul sejak pemilihan bahan baku hingga produk sampai kepada konsumen.
BPOM Bahas Standar hingga Risiko Kontaminasi
Kegiatan menghadirkan Apt. Ronny Safri, M.Si., yang saat itu menjabat Kepala Loka POM di Kota Lubuklinggau, sebagai narasumber utama.
Materi yang diberikan mencakup standar keamanan pangan, regulasi P-IRT, praktik produksi pangan olahan yang baik atau Good Manufacturing Practices (GMP), serta berbagai risiko kontaminasi yang perlu dicegah oleh pelaku IRTP.
Peserta juga mendapat penguatan mengenai pentingnya higiene dan sanitasi.
Penggunaan bahan baku yang aman menjadi perhatian lainnya. Sebab, kualitas bahan dan proses pengolahan berpengaruh terhadap keamanan produk akhir.
Higiene dan Sanitasi Harus Dijaga
Dalam produksi pangan, kebersihan tidak boleh diabaikan.
Pelaku usaha perlu menjaga kebersihan tempat produksi, peralatan, bahan baku, serta pekerja yang menangani makanan. Langkah tersebut membantu menekan risiko kontaminasi selama proses produksi.
Loka POM juga menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga higiene dan sanitasi. Praktik produksi yang baik dapat membantu membangun kepercayaan konsumen terhadap produk IRTP.
Dengan demikian, keamanan pangan perlu diterapkan setiap hari, bukan hanya ketika menghadapi pemeriksaan.
Tingkatkan Daya Saing Produk Pangan Pagar Alam
Bimtek ini tidak hanya memberikan pengetahuan secara teori.
Dinkes Pagar Alam menyebut peserta juga dibekali pemahaman praktis agar prinsip keamanan pangan dapat diterapkan pada setiap tahapan produksi.
Peningkatan kemampuan tersebut diharapkan berdampak pada kualitas produk lokal.
Produk yang aman dan bermutu dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat. Pada saat yang sama, kepatuhan terhadap ketentuan juga membantu pelaku usaha mengembangkan produknya secara berkelanjutan.
Kolaborasi Dinas Kesehatan dan Loka POM juga bukan yang pertama dilakukan di wilayah tersebut. Pada 2024, Loka POM di Kota Lubuklinggau tercatat menjadi narasumber berbagai kegiatan keamanan pangan di Pagar Alam.
Melalui Bimtek Keamanan Pangan Pagar Alam, pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk meningkatkan mutu produk IRTP sekaligus melindungi masyarakat sebagai konsumen.
Pembinaan berkelanjutan diharapkan membuat pelaku usaha semakin memahami bahwa keamanan pangan merupakan bagian penting dari kualitas produk dan perlindungan kesehatan masyarakat.
