PALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang menggelar Salat Istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kualitas udara memburuk dan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih tinggi.
Salat Istisqa berlangsung di halaman Rumah Dinas Wali Kota Palembang pada Sabtu (29/8/2026).
Ratusan peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ustaz dan ustazah.
Ahmad Tarmizi Muhaimin bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan Salat Istisqa tersebut.
Kabut Asap Palembang Jadi Perhatian
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan kondisi kualitas udara membutuhkan kewaspadaan masyarakat.
Saat Salat Istisqa digelar, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Palembang berada pada angka 158. Kondisi tersebut berkaitan dengan dampak kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah.
Sebelumnya, kualitas udara bahkan sempat memburuk.
Pada 23 Agustus 2026, ISPU Palembang tercatat mencapai 195 dan masuk kategori tidak sehat. Angka tersebut naik 80 poin dibandingkan sehari sebelumnya yang berada pada 115.
Perubahan tersebut menunjukkan kualitas udara dapat bergerak secara dinamis. Oleh sebab itu, masyarakat perlu mengikuti informasi kualitas udara terbaru sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.
Tiga Kecamatan Rawan Karhutla
Pemkot Palembang juga memetakan wilayah yang memiliki kerawanan terhadap kebakaran hutan dan lahan.
Ratu Dewa menyebut tiga kecamatan yang mendapat perhatian, yaitu Gandus, Kertapati, dan Ilir Barat I.
Petugas telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi titik api di lapangan.
Namun, cuaca kering membuat risiko kebakaran tetap perlu diwaspadai. Karena itu, pemerintah meminta masyarakat ikut mencegah munculnya kebakaran baru.
Selain penanganan karhutla, Pemkot Palembang memilih Salat Istisqa sebagai salah satu ikhtiar untuk memohon turunnya hujan.
Hujan diharapkan membantu proses pemadaman sekaligus memperbaiki kondisi udara.
Kasus ISPA Palembang Capai 9.313
Dampak kabut asap juga menjadi perhatian sektor kesehatan.
Data Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat 9.313 kasus ISPA selama 1–21 Agustus 2026. Pemerintah menilai angka tersebut perlu mendapat perhatian serius.
Kelompok usia produktif 15–59 tahun dilaporkan menjadi kelompok yang paling banyak terdampak ISPA dalam kondisi terkini.
Namun, gangguan pernapasan akibat kualitas udara buruk dapat memengaruhi berbagai kelompok usia.
Karena itu, anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan perlu mendapatkan perhatian lebih.
Dinkes Minta Warga Gunakan Masker
Dinas Kesehatan Kota Palembang sebelumnya telah mengingatkan masyarakat mengenai dampak kabut asap terhadap kesehatan.
Warga dianjurkan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Langkah tersebut penting ketika kualitas udara sedang memburuk.
Selain itu, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas luar ruangan ketika kondisi udara berada pada kategori tidak sehat.
Pemerintah juga mengingatkan warga untuk menjaga pola hidup sehat.
Konsumsi air yang cukup dan menjaga kondisi tubuh tetap bugar dapat mendukung kesehatan selama musim kemarau.
Selanjutnya, masyarakat dengan keluhan pernapasan perlu segera mendapatkan pemeriksaan.
Pemkot Siapkan Ribuan Masker
Pemkot Palembang sebelumnya menyiapkan 10 ribu masker untuk dibagikan kepada masyarakat ketika ISPU mencapai 195.
Pembagian diarahkan ke sejumlah lampu merah serta kantor kecamatan di Kota Palembang.
Langkah tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap memburuknya kualitas udara.
Selain membagikan masker, Pemkot meminta fasilitas kesehatan milik pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan.
Puskesmas memiliki peran penting karena menjadi fasilitas kesehatan primer yang paling dekat dengan masyarakat.
Jangan Abaikan Gangguan Pernapasan
Kabut asap dapat menyebabkan berbagai keluhan pada saluran pernapasan.
Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan kondisi tubuh selama kualitas udara memburuk.
Keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi, atau gangguan pernapasan yang semakin berat tidak boleh diabaikan.
Wali Kota Palembang juga meminta masyarakat segera mendatangi Puskesmas terdekat apabila mengalami gangguan pernapasan.
Penanganan lebih awal penting terutama bagi kelompok rentan.
Sementara itu, warga dengan penyakit pernapasan sebelumnya perlu mengikuti anjuran tenaga kesehatan dan mengurangi paparan asap.
Salat Istisqa Jadi Ikhtiar Bersama
Salat Istisqa tidak menggantikan upaya teknis penanganan karhutla.
Pemkot tetap melakukan penanganan titik api dan menjalankan langkah perlindungan kesehatan masyarakat. Pada saat yang sama, Salat Istisqa menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon hujan.
Imam Salat Istisqa Ahmad Tarmizi Muhaimin juga mengajak jemaah memperbanyak istigfar dan zikir.
Selain itu, kondisi kekeringan diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian dalam menjaga keseimbangan alam.
Hujan yang merata sangat diharapkan untuk membantu memadamkan titik api dan memperbaiki kualitas udara.
Namun, selama kabut asap masih terjadi, masyarakat tetap perlu menjalankan langkah perlindungan.
Menggunakan masker, membatasi aktivitas di luar ruangan saat udara memburuk, serta segera memeriksakan diri ketika mengalami gangguan pernapasan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kesehatan.
