Palembang – Kasus ISPA di Palembang menjadi perhatian di tengah memburuknya kualitas udara. Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat 9.313 kasus selama 1–21 Agustus 2026.
Kondisi tersebut terjadi saat kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah. Selain itu, kebakaran hutan dan lahan atau karhutla turut memengaruhi kualitas udara.
Pada Minggu (23/8/2026), Indeks Standar Pencemaran Udara atau ISPU Palembang mencapai angka 195. Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat.
Kasus ISPA di Palembang Jadi Perhatian
Wali Kota Palembang Ratu Dewa meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Sebab, kualitas udara yang buruk dapat berdampak pada kesehatan.
Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah. Namun, warga yang harus beraktivitas di luar dianjurkan menggunakan masker.
Selain itu, masyarakat diminta memperbanyak minum air putih. Langkah sederhana tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh.
Perhatian lebih juga diberikan kepada kelompok rentan. Kelompok tersebut meliputi balita, ibu hamil, dan lansia.
Sementara itu, warga dengan penyakit tertentu juga perlu lebih berhati-hati. Misalnya, penderita asma, penyakit jantung, diabetes, dan TB paru.
Puskesmas Diminta Siaga Hadapi Kabut Asap
Pemerintah Kota Palembang meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan. Seluruh fasilitas kesehatan milik pemerintah diminta siap melayani masyarakat.
Selain itu, Dinas Kesehatan bersama seluruh puskesmas diminta aktif melakukan pemantauan. Pembagian masker juga menjadi bagian dari langkah tersebut.
Puskesmas turut diminta melakukan kunjungan rumah. Kemudian, ruang perawatan sementara dapat disiapkan bagi warga yang membutuhkan.
Warga yang mengalami gangguan pernapasan juga diminta segera mencari pertolongan. Pemeriksaan dapat dilakukan di puskesmas terdekat.
Jika kondisi semakin berat, masyarakat perlu mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Karena itu, gejala gangguan pernapasan sebaiknya tidak diabaikan.
Pemkot Palembang Bagikan Masker
Pemerintah Kota Palembang juga menyiapkan pembagian masker kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap kondisi kabut asap.
Pada Senin (24/8/2026), Pemkot Palembang membagikan ribuan masker secara gratis. Pembagian dilakukan di sejumlah titik strategis dan wilayah kecamatan.
Upaya tersebut bertujuan membantu melindungi masyarakat saat beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, penggunaan masker menjadi semakin penting ketika kualitas udara memburuk.
Dengan meningkatnya kasus ISPA di Palembang, masyarakat perlu menjaga kesehatan selama kabut asap berlangsung. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi saat kualitas udara berada pada kondisi tidak sehat.
