PALEMBANG – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mendorong transformasi digital melalui optimalisasi SIMPONI ALKES SUMSEL. Aksi perubahan ini digagas oleh Terry Suciati Ningrum, ST., M.Si.
Program tersebut berfokus pada penguatan sistem pengawasan alat kesehatan di Sumatera Selatan. Selain itu, sistem juga mendukung pengawasan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga atau PKRT.
Aksi perubahan ini menjadi bagian dari Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan II Tahun 2025. Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan.
SIMPONI ALKES SUMSEL Perkuat Pengawasan
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan memiliki peran dalam memastikan keamanan dan mutu alat kesehatan. Oleh karena itu, sistem pengawasan perlu terus diperkuat.
Sebelumnya, proses pengawasan menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya berkaitan dengan proses manual yang dapat menyebabkan keterlambatan data.
Selain itu, keterbatasan sumber daya pengawas menjadi tantangan tersendiri. Kepatuhan pelaku usaha terhadap ketentuan juga perlu terus ditingkatkan.
Karena itu, optimalisasi SIMPONI ALKES SUMSEL menjadi salah satu solusi. Sistem digital diharapkan membuat proses pengawasan lebih efektif dan efisien.
Dorong Transformasi Pengawasan Berbasis Digital
Pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam aksi perubahan ini. Melalui sistem digital, informasi pengawasan dapat dikelola secara lebih terstruktur.
Selain itu, data pengawasan dapat disimpan secara digital dan terintegrasi. Data tersebut kemudian dapat digunakan untuk mendukung analisis serta penyusunan kebijakan.
Sistem juga diarahkan untuk meningkatkan transparansi dalam proses pengawasan. Dengan demikian, pelaksanaan pengawasan dapat dilakukan secara lebih terukur.
Optimalisasi tersebut tidak hanya berfokus pada teknologi. Sebaliknya, koordinasi dan kesiapan sumber daya juga menjadi bagian dari pelaksanaannya.
Tingkatkan Kepatuhan Sarana Alat Kesehatan
Program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kepatuhan sarana produksi dan distribusi alat kesehatan. Standar yang menjadi perhatian antara lain CPAKB, CPPKRTB, dan CDAKB.
Dalam target jangka menengah, kepatuhan sarana produksi dan distribusi diharapkan meningkat minimal 30 persen. Selain itu, digitalisasi diharapkan membantu efisiensi biaya operasional pengawasan.
Sementara itu, target jangka panjang diarahkan pada sistem yang semakin modern dan terintegrasi. Minimal 80 persen sarana produksi dan distribusi ditargetkan memenuhi persyaratan standar.
Dengan demikian, manfaat sistem tidak hanya dirasakan oleh petugas pengawas. Pelaku usaha serta masyarakat juga diharapkan memperoleh manfaat dari peningkatan kualitas pengawasan.
Bangun Pengawasan yang Transparan dan Terintegrasi
Pelaksanaan aksi perubahan telah melalui beberapa tahapan. Pada tahap persiapan, kegiatan dimulai dengan konsultasi bersama mentor.
Selanjutnya, dilakukan penyusunan rencana aksi serta pemetaan pemangku kepentingan. Tim efektif juga dibentuk untuk mendukung implementasi program.
Selain itu, kebutuhan sumber daya dan sistem pendukung turut diidentifikasi. Petunjuk teknis juga disiapkan sesuai regulasi yang berlaku.
Melalui optimalisasi SIMPONI ALKES SUMSEL, pengawasan alat kesehatan diharapkan semakin modern. Sistem tersebut juga diarahkan menjadi lebih transparan, efektif, dan terintegrasi.
Pada akhirnya, aksi perubahan Terry Suciati ini diharapkan mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik. Pengawasan yang lebih baik juga dapat membantu memastikan alat kesehatan yang beredar memenuhi ketentuan yang berlaku.
