PALEMBANG – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mencatat prestasi dalam pelayanan keterbukaan informasi publik. Dinkes Sumsel meraih Juara 1 PPID SLIP Award untuk kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat Provinsi Sumatera Selatan.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Rapat Koordinasi dan Bimbingan Teknis Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) se-Sumatera Selatan Tahun 2025.
Kegiatan berlangsung di Auditorium Graha Bina Praja pada Rabu, 23 Juli 2025. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Sp.KKLP., Subsp.FOMC., turut menghadiri kegiatan tersebut.
Prestasi ini sekaligus menunjukkan upaya Dinkes Sumsel dalam memperkuat pelayanan informasi yang terbuka dan dapat diakses masyarakat.
Dinkes Sumsel Raih Juara 1 PPID SLIP Award
Berdasarkan informasi resmi Dinas Kesehatan Sumsel, penghargaan diberikan dalam agenda PPID SLIP Award se-Sumatera Selatan Tahun 2025.
Dinkes Sumsel berhasil menempati posisi pertama untuk tingkat OPD Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Capaian tersebut berkaitan erat dengan pengelolaan informasi dan dokumentasi yang telah dikembangkan Dinkes Sumsel selama bertahun-tahun.
PPID sendiri berperan dalam menyediakan serta mengelola informasi publik yang berada di bawah kewenangan badan publik.
Dengan adanya sistem tersebut, masyarakat memiliki jalur yang lebih jelas ketika membutuhkan informasi mengenai kebijakan maupun pelayanan pemerintah.
PPID Dinkes Sumsel Sudah Dibentuk Sejak 2015
Perjalanan PPID Dinas Kesehatan Sumsel tidak berlangsung dalam waktu singkat.
Catatan resmi PPID Dinkes Sumsel menunjukkan organisasi tersebut mulai dibentuk pada 2015.
Pembentukannya merupakan bagian dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Pada tahap awal, tim bertanggung jawab terhadap pengumpulan, penyediaan, klasifikasi, penyimpanan, dokumentasi, hingga pelayanan informasi kesehatan.
Struktur PPID kemudian terus diperbarui mengikuti perkembangan kebutuhan pelayanan publik.
Sistem Informasi Terus Dikembangkan
Memasuki era digital, tugas PPID juga semakin berkembang.
PPID Dinkes Sumsel tidak hanya berurusan dengan dokumen fisik. Pengelolaan website, media sosial, aplikasi digital dan berbagai informasi elektronik turut menjadi bagian dari perkembangannya.
Pada 2024, Dinkes Sumsel melakukan penguatan organisasi PPID dengan fokus yang semakin besar terhadap publikasi informasi.
Kemudian pada 23 April 2025, diterbitkan SK Nomor 800/007/KPTS/I/2025 yang kembali memperjelas tugas pengelolaan dokumentasi dan pelayanan informasi digital.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa pelayanan informasi publik ikut beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat yang semakin mengandalkan akses digital.
Keterbukaan Informasi Penting untuk Sektor Kesehatan
Keterbukaan informasi memiliki peran penting dalam bidang kesehatan.
Masyarakat membutuhkan akses terhadap berbagai informasi mengenai program kesehatan, pelayanan, kebijakan maupun kegiatan pemerintah.
Karena itu, informasi harus tersedia secara jelas dan mudah ditemukan.
PPID menjadi salah satu penghubung antara instansi pemerintah dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan tersebut.
Dinkes Sumsel sendiri saat ini menyediakan kanal PPID khusus yang memuat berbagai kategori informasi publik. Situs utama Dinkes Sumsel juga menampilkan pembaruan dari layanan PPID.
Digitalisasi Mempermudah Masyarakat Mendapat Informasi
Digitalisasi menjadi salah satu aspek penting dalam perkembangan PPID Dinkes Sumsel.
Masyarakat tidak harus selalu mendatangi kantor pemerintah untuk memperoleh informasi tertentu.
Sebagian informasi dapat diperoleh melalui website dan layanan digital.
Dalam perkembangannya, tugas PPID Dinkes Sumsel juga mencakup pengelolaan berbagai website, media sosial, layanan elektronik, hingga pemantauan kondisi website dinas.
Hal tersebut semakin penting karena masyarakat membutuhkan informasi yang cepat sekaligus dapat dipertanggungjawabkan.
Penghargaan Jadi Hasil Perjalanan Satu Dekade
Jika melihat sejarahnya, prestasi tersebut datang setelah sekitar satu dekade pengembangan PPID di lingkungan Dinas Kesehatan Sumsel.
Sejak pembentukan pada 2015, struktur organisasi dan tanggung jawab PPID beberapa kali mengalami penyempurnaan.
Pada periode 2016–2017, misalnya, struktur PPID diperkuat melalui pembagian bidang pelayanan dan dokumentasi informasi, pengelolaan data dan klasifikasi informasi, hingga penyelesaian sengketa informasi.
Pengembangan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.
Memasuki 2024–2025, orientasinya semakin kuat pada pengelolaan informasi digital.
Rangkaian pengembangan tersebut akhirnya diikuti pencapaian Juara 1 PPID SLIP Award 2025 untuk tingkat OPD Provinsi Sumatera Selatan.
Bukan Hanya Soal Penghargaan
Prestasi dalam PPID SLIP Award tidak hanya dapat dipandang sebagai capaian administratif.
Hal yang lebih penting adalah bagaimana pelayanan informasi tersebut benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.
Informasi kesehatan yang mudah ditemukan dapat membantu warga memahami berbagai program dan pelayanan yang tersedia.
Selain itu, transparansi dapat meningkatkan akuntabilitas lembaga pemerintah.
Karena itu, kualitas layanan informasi perlu tetap dipertahankan setelah penghargaan diterima.
Masyarakat Bisa Mengakses PPID Dinkes Sumsel
Dinas Kesehatan Sumatera Selatan memiliki portal khusus PPID yang dapat digunakan masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai layanan tersebut.
Portal PPID Dinas Kesehatan Sumatera Selatan
Sementara informasi dan kegiatan kesehatan Provinsi Sumatera Selatan tersedia melalui kanal resmi Dinkes Sumsel.
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan
Keberadaan kanal tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap informasi kesehatan dan administrasi publik.
Dinkes Sumsel Dorong Pelayanan Informasi yang Transparan
Keberhasilan Dinkes Sumsel meraih Juara 1 PPID SLIP Award menunjukkan perkembangan pelayanan informasi publik di lingkungan instansi tersebut.
Dari pembentukan PPID pada 2015 hingga penguatan sistem digital pada 2024–2025, pengelolaan informasi terus mengalami perubahan.
Prestasi pada PPID SLIP Award 2025 kemudian menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap proses tersebut.
Ke depan, tantangannya adalah mempertahankan kualitas pelayanan, memastikan informasi selalu diperbarui, serta membuat akses informasi semakin mudah bagi masyarakat Sumatera Selatan.
