Lewati ke konten
Situs informasi independen dan bukan situs resmi pemerintah.

Cegah Stunting dari Rumah, Kebiasaan Sederhana Keluarga Jadi Langkah Penting

PALEMBANG — Pencegahan stunting tidak hanya dilakukan ketika anak sudah mengalami gangguan pertumbuhan. Sebaliknya, cegah stunting dari rumah dapat dimulai sejak sebelum kehamilan hingga anak memasuki masa pertumbuhan.

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis serta infeksi berulang. Menurut WHO, stunting ditandai dengan tinggi badan menurut usia yang berada di bawah standar pertumbuhan anak.

Karena itu, keluarga mempunyai peran penting. Pemenuhan gizi, kebersihan lingkungan, pemeriksaan kesehatan, serta pemantauan pertumbuhan dapat dimulai dari kehidupan sehari-hari.

Cegah Stunting dari Rumah Sejak Sebelum Kehamilan

Pencegahan dapat dimulai bahkan sebelum seorang ibu hamil. Remaja putri dan calon ibu perlu memperhatikan kondisi kesehatan serta kebutuhan gizinya.

Selain itu, pencegahan anemia juga perlu menjadi perhatian. Kementerian Kesehatan menyebut remaja putri menjadi salah satu sasaran pemberian Tablet Tambah Darah sebagai bagian dari upaya pencegahan anemia.

Setelah memasuki masa kehamilan, pemeriksaan secara rutin juga penting. Dengan pemeriksaan tersebut, kondisi ibu dan perkembangan janin dapat dipantau oleh tenaga kesehatan.

Perhatikan Gizi Anak

Setelah bayi lahir, pemenuhan kebutuhan gizi tetap menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting.

WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. Selanjutnya, makanan pendamping ASI dapat diberikan mulai usia enam bulan dengan tetap melanjutkan pemberian ASI hingga usia dua tahun atau lebih.

Makanan pendamping juga perlu memenuhi kebutuhan gizi anak. Oleh sebab itu, keluarga perlu memberikan makanan yang beragam dengan memperhatikan sumber protein, karbohidrat, sayur, dan buah sesuai usia anak.

Rutin Datang ke Posyandu

Upaya cegah stunting dari rumah juga perlu didukung dengan pemantauan pertumbuhan secara berkala. Orang tua dapat membawa bayi dan balita ke Posyandu sesuai jadwal.

Berat dan panjang atau tinggi badan anak dapat diukur. Kemudian, hasil pengukuran dicatat untuk melihat perkembangan pertumbuhan anak.

Apabila ditemukan masalah pertumbuhan, orang tua dapat berkonsultasi dengan kader dan tenaga kesehatan. Dengan demikian, kondisi yang membutuhkan perhatian dapat diketahui lebih awal.

Kebersihan Rumah Juga Penting

Selain makanan, lingkungan tempat anak tumbuh perlu diperhatikan. Keluarga perlu menjaga kebersihan rumah, menggunakan air yang aman, serta membiasakan anggota keluarga mencuci tangan menggunakan sabun.

Anak juga perlu memperoleh imunisasi sesuai program yang berlaku. Selain itu, ketika anak sakit atau mengalami masalah makan dan pertumbuhan, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan sebaiknya tidak ditunda.

Langkah tersebut penting karena pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang menyeluruh.

Keluarga Menjadi Garda Terdepan

Pemerintah, puskesmas, Posyandu, dan kader memiliki peran dalam mendukung pencegahan stunting. Namun, berbagai kebiasaan penting justru dilakukan setiap hari di lingkungan keluarga.

Karena itu, cegah stunting dari rumah dapat diwujudkan melalui langkah sederhana. Orang tua dapat menyediakan makanan bergizi, memantau pertumbuhan anak, menjaga kebersihan, mengikuti imunisasi, serta memanfaatkan pelayanan kesehatan.

Dengan dukungan keluarga dan tenaga kesehatan, risiko gangguan pertumbuhan dapat dikenali lebih dini. Pada akhirnya, setiap anak diharapkan memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Disclaimer kesehatan: Informasi pada situs ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran langsung dari tenaga kesehatan.